Penulisan Laporan
ilmiah
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan ilmiah
1. Pengertian
Karya/ Laporan Ilmiah
Karya
ilmiah adalah sebuah tulisan yang berisi suatu permasalahan yang diungkapkan
dengan metode ilmiah atau karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan
ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Artinya, pengungkapan
permasalahan dalam karya ilmiah itu harus berdasarkan fakta, bersifat objektif,
tidak bersifat emosional dan personal, dan disusun secara sistematis dan logis.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam baku dengan memperhatikan
kaidah EYD dan Pembentukan Istilah.
2. Sikap
Ilmiah
Orang
yang berjiwa ilmiah adalah orang yang memiliki tujuh macam sikap ilmiah.
Ketujuah macam sikap ilmiah itu adalah
(1) sikap
ingin tahu,
Sikap ingin tahu ini terlihat pada
kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
(2) sikap
kritis,
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari
informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk
dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya
(3) sikap
terbuka,
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau
mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun
pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut
tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
(4) sikap
objektif,
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan
menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
(5) sikap
rela menghargai karya orang lain,
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat
pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau
pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang
lai
(6)
sikap berani mempertahankan kebenaran, dan
(7)
sikap menjangkau ke depan.
3. Jenis
Karya Ilmiah
Berdasarkan
tingkat akademisnya, karya ilmiah dapat dibedakan atas lima macam, yaitu
(1)
makalah,
(2)
laporan penelitian,
(3)
skripsi,
(4)
tesis, dan
(5)
disertasi.
Makalah
adalah karya tulis yang memerlukan studi, baik secara langsung maupun tidak
langsung; dapat berupa kajian pustaka/buku, kajian suatu masalah, atau analisis
fakta hasil observasi.
Laporan
penelitian merupakan sebuah tulisan yang dibuat setelah seseorang
melakukan penelitian, pengamatan, wawancara, pembacaan buku,
percobaan, dan lain-lain.
Skripsi
merupakan jenis karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa strata satu (S1) untuk
memperoleh gelar sarjana; tesis ditulis oleh mahasiswa strata dua (S2) untuk
memperoleh gelar magister; dan disertasi ditulis oleh mahasiswa strata tiga
(S3) untuk memperoleh gelar doktor. Namun, untuk keperluan ini, pembicaraan
selanjutnya akan difokuskan pada penulisan laporan penelitian.
4. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan ilmiah
Dalam
menyusun laporan penelitian hendaknya diperhatiakan hal-hal sebagai berikut.
a. Keobjektifan
Peneliti
Laporan
penelitian hendaknya mencerminkan objektifitas peneliti. Dalam membuat laporan,
hendaknya peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keobjektifannya
dalam mengumpulkan data, menganalisis maupun dalam menulis laporan.
Objektifitas peneliti berkaitan dengan kepentingan-kepentingan peneliti itu
sendiri maupun masyarakat atau pihak lain yang berkepentingan langsung dengan
hasil penelitian.
b. Gaya
Penulisan
Dalam
menyusun laporan penelitian hal yang tidak kalah penting adalah perlu adanya
gaya penulisan yang dianut oleh peneliti secara konsisten; hal ini berkaitan
dengan aturan-aturan ilmiah yang harus ditaati oleh penelti. Dengan gaya
penulisan tertentu maka laporan penelitian akan tampak lebih sistematis dan
mudah dipahami oleh pembaca.
c. Pembaca
Laporan
penelitian harus memperhatikan siapa yang menjadi sasaran penting dari hasil
penelitian tersebut. Hal ini harus diperhatikan karena peneliti dalam membuat
laporan harus memperhatikan siapa yang diharapkan akan menjadi pembaja utamanya
dari laporan yang dibuatnya. Ini bukan berarti peneliti bertindak tidak
objektif, tetapi berkaitan dengan penggunaan bahsa yang diharapkan akan lebim
mudah dipahami pembaca.
d. Waktu
Dalam
penelitian kuantitatif mungkin akan menjadi masalah yang tidak begitu rumit,
tetapi dalam penelitian kualitatif akan menjadi sulit apabila data yang didapat
di lapangan terus berkembang semakin kompleks sehingga peneliti tidak tahu
kapan harus mengakhiri penelitiannya. Bahkan dalam penelitian kualitatif
perumusan masalah dapat berubah-ubah sehingga peneliti sendiri merasa kesulitan
dalam membatasi lamanya waktu penelitian. Kadang-kadang masalah waktu dapat
menjadi salah satu tolok ukur baik tidaknya hasil penelitian.
e. Kerahasiaan
Sumber Informasi
Dalam
penelitian kualitatif walaupun nama, tempat maupun sumber informasi sudah
diubah, namun hendaknya cara-cara untuk menghindari diketahuinya sumber
informasi tetap diperhatikan oleh peneliti. Apalagi kalau jelas-jelas sumber
informasi meminta identitasnya tidak muncul dalam laporan penelitian. Nama-nama
sumber dapat dimunculkan kalau memang dituntut untuk itu terutama sumber data
sekunder. Kerahasiaan sumber informasi menjadi semakin penting apabila
berkaitan dengan keselamatan dan rahasia pribadi atau menyangkut nama baik sumber
informasi.
f. Jumlah
Halaman
Tebal
tipisnya laporan penelitian tidak menunjukkan kualitas dari hasil penelitian.
Ini berarti bahwa laporan penelitian dengan jumlah halaman yang banyak tidak
selalu lebih baik dari laporan penelitian yang jumlah halamannya sedikit.
Dengan demikian, peneliti tidak perlu berusaha untuk menambah jumlah halaman
hanya dengan alasan supaya laporan penelitiannya kelihatan lebih berkualitas.
5. Ciri
– ciri tulisan ilmiah
a. Objektif.
Keobjektifan
ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan
yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga, setiap pernyataan atau simpulan yang
disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan
demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahanya.
b. Netral.
Kenetralan
ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari
kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh
karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat ‘mengajak’, ‘membujuk’, atau
‘mempengaruhi’ pembaca dihindarkan.
c. Sistematis.
Uraian
yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola
pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan
sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah
alur uraiannya.
d. Logis.
Kelogisan
ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau
deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola
induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis
digunakan pola deduktif.
e. Menyajikan
fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap
pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu
menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional
(menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang
berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah
seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan