Hipotesis adalah
kesimpulan sementara atau proposisi tentatif tentang hubungan antara dua
variabel atau lebih; sedangkan menurut Bailey, hipotesis merupakan suatu proposisi yang
dinyatakan dalam bentuk yang dapat diuji dan meramalakan suatu hubungan
tertentu antara dua variabel.
MACAM-MACAM
HIPOTESIS
1. Hipotesis
Deskriptif
Hipotesis deskriptif,
merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel walaupun di
dalamnya bisa terdapat beberapa kategori.
Contoh
Hipotesis Deskriptif:
Permasalahan
Penelitian: Apakah penerimaan terhadap proses “perdamaian di Poso”
mempunyai perbedaan pada mereka yang berasal dari suatu lingkungan tertentu?
Assumsi:
1. Tingkat
pendidikan yang ditempuh seseorang memungkinkan keterbukaan untuk menerima proses perdamaian.
2. Nilai
yang dianut seseorang merupakan dasar pengaruh bagi penerimaan proses
perdamaian.
3. Tingkat
informasi yang dimiliki seseorang dapat memberikan pandangan mengenai suatu proses perdamaian.
Hipotesis Umum:
Orang yang berasal dari
lingkungan sosial yang terbuka lebih mudah menerima proses perdamaian.
Hipotesis khusus:
1. Orang
dengan pendidikan yang tinggi relatif lebih mudah menerima proses perdamaian.
2. Orang
yang berorientasi pada nilai-nilai yang moderen lebih menerima proses
perdamaian.
3. Orang
yang memiliki banyak informasi lebih mudah menerima proses perdamaian.
2. Hipotesis
Korelasional/hubungan
Hipotesis korelasional
adalah hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih
variabel. Jika pola hubungan antara dua atau lebih variabel bersifat kausal
(sebab-akibat) , maka hipotesisnya disebut hipotesis kausalitas
Contoh
Hipotesis Korelasional:
Permasalahan
Penelitian: Hal-hal yang berhubungan dengan tingkat Hasil Produksi suatu
Perusahaan.
Asumsi:
1. Jumlah
tenaga ahli dalam suatu perusahaan berhubungan dengan tingkat hasil produksi
2. Tenaga
ahli akan sulit bekerja di bawah peraturan kerja yang ketat
3. Peraturan
kerja dalam perusahaan berhubungan dengan tingkat hasil produksi.
Hipotesis:
Semakin besar jumlah
tenaga ahli dalam suatu perusahaan, semakin rendah tingkat keketatan peraturan
kerja perusahaan, berhubungan dengan h menerima proses perdamaian hasil
produksi yang semakin meningkat.
3. Hipotesis
asosiasi
Pengukurana asosiasi
merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik
bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel
Hipotesa
Kerja (Hk) dan Hipotesa Nol (Ho)
Hipotesa-hipotesa yang
dirumuskan oleh peneliti, baik yang bersifat deskriftif, relasional maupun
hipotesa kausalitas disebut hipotesa kerja (Hk). Supaya
hipotesa kerja tersebut dapat diuji secara statistik, maka diperlukan suatu
hipotesa pembanding. Dalam penelitian sosial hipotesa pembanding tersebut
dibuat secara arbritrer yang berbentuk hipotesa nol(Ho). Hipotesa
nol (Ho) adalah formulasi/rumusan terbalik dari hipotesa kerja.
Contoh
Hipotesa Kerja (Hk):
1. Tindakan
agresif lebih tinggi pada kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan
yang tinggi daripada yang memiliki tingkat kepadatan rendah.
2. Bila
persepsi tentang sikap kelompok panutan dikontrol, suami-isteri yang memiliki
pekerjaan berpenghasilan tetap, mempunyai persepsi yang rendah tentang nilai
ekonomis anak, dan karena itu cenderung untuk lebih menerima norma keluarga
kecil. Keduanya menyebabkan persepsi mereka yang tinggi tentang manfaat
penggunaan kontrasepsi moderen, sehingga niat serta penggunaan kontrasepsi
moderen mereka relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan suami-isteri yang
memiliki pekerjaan berpenghasilan tidak tetap.
Contoh
Hipotesa Nol (Ho):
1. Tidak
terdapat perbedaan tindakan agresif antara masyarakat yang memiliki tingkat
kepadatan yang tinggi dan masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan penduduk
yang rendah.
2. Bila
persepsi tentang sikap kelompok panutan dikontrol, tidak ada perbedaan yang
signifikan antara pasangan yang memiliki pekerjaan berpenghasilan tetap dan
berpenghasilan tidak tetap dalam persepsi tentang nilai anak, norma keluarga
kecil, persepsi tentang manfaat kontrasepsi moderen, dan dalam niat menggunakan
serta perilaku kontrasepsi moderen.
Sumber: