Tulisan ini masih berkaitan
dengan pikiran positif.
Dalam buku berjudul “Dahsyatnya Pikiran Positif” yang ditulis oleh Sisca Wardoyo bahwa
Stanley R.welty, Presiden Wooster Brush Company
Mengatakan bahwa pada saat keluar rumah pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan menjadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berfikir.
Mengatakan bahwa pada saat keluar rumah pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan menjadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berfikir.
Artinya cara kita berfikir sangat mempengaruhi apa yang akan terjadi sehari-hari. Seperti yang dialami oleh Pygmalion. Dimana nama Pygmalion dikenal hingga sekarang untuk menggambarkan dampak pola berfikir yang positif, Kalau kita berfikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, sering kali hasilnya betul-betul menjadi positif. Cara pandang Pygmalion bahwa dia tidak melihat suatu keadaan dari sisi buruk, melainkan justru dari sisi baik. Sehingga dampak pola berfikir positif itu disebut sebagai Dampak Pygmalion.
Pikiran kita mempunyai dampak ramalan tergenapi (fulfilling
prophecy), baik positif atau negatif. Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga
dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Kita harus paham bahwa pikiran bawah sadar
kita memberi perintah atau mekanisme pada alam semesta yang akan membentuk
mekanisme dalam tubuh kita. Hal ini bias dijelaskan dengan hukum getaran dan
tarik menarik.
Hukum getaran berbunyi bahwa semua yang ada dialam ini
bergetar. Getaran ada karena adanya energy.
Getaran adalah salah satu cara memindahkan energy. Sedangkan Tuhan
memberikan energy kepada semua makhluk hidup. Fenomena pada getaran adalah resonansi yaitu
suatu benda yang bergetar mampu menggetarkan benda lain yang memiliki suatu
kesamaan. Jadi apapun yang ada dialam ini saling berhubungan melalui suatu
getaran dan getaran yang merambat atau gelombang.
Pikiran kita bergetar dan memancarkan gelombang dengan
adanya frekuensi yang besarnya bergantung pada bentuk dan ukuran pada objek
bergetar, sehingga frekuensi yang dikeluarkan oleh pikiran sesuai dengan apa
yang kita pikirkan. Semakin kuat apa yang dipikirkan maka getaran yang
dihasilkan semakin besar . Getaran akan bergetar dengan frekuensi sama dan amplitude
berbeda. Dengan adanya resonansi maka pikiran kita akan mengarah pada objek yang
kita pikirkan dan objek akan mengarah pada diri kita. Hal ini seperti pada hukum
tarik menarik.
Jadi hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari
segi yang baik. Berpikir baiklah tentang diri sendiri. Berpikir baiklah tentang
orang lain. Berpikir baiklah tentang keadaan. Berpikir baiklah tentang Tuhan.
Dan ingatlah kalau kita berbuat kebaikan maka kebaikan akan datang kepada kita,
seperti ungkapanjika kita menebar angin, maka kita akan menuai badai.